| Polisi berhasil mengamankan tiga orang yang diduga sebagai penadah handphone hasil curian di wilayah Bekasi Timur. |
Jakarta — Jajaran Polsek Kebayoran Baru berhasil mengungkap praktik penadahan ratusan telepon genggam hasil pencurian yang beroperasi di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita ratusan unit ponsel berbagai merek yang diduga berasal dari aksi pencopetan dan pencurian di sejumlah lokasi keramaian seperti konser musik, pusat hiburan, hingga area publik yang dipadati pengunjung.
Kasus ini terbongkar setelah polisi melakukan pengembangan dari laporan masyarakat yang kehilangan ponsel dalam berbagai kesempatan. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan pola yang sama, yakni mayoritas korban kehilangan perangkat mereka ketika berada di lokasi dengan tingkat keramaian tinggi.
Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru AKP Andre JR Simamora menjelaskan bahwa para pelaku pencurian memanfaatkan situasi padat pengunjung untuk melancarkan aksinya. Tempat-tempat seperti konser musik, pusat hiburan malam, festival, hingga kawasan acara besar menjadi sasaran empuk bagi komplotan tersebut.
Menurut Andre, para pelaku tidak memilih target secara khusus. Siapa saja yang lengah dapat menjadi korban pencurian, terutama saat berada di tengah kerumunan. Polisi juga menemukan fakta bahwa beberapa aksi pencurian dilakukan di lokasi acara besar yang dipenuhi ribuan orang.
Para pelaku pencurian umumnya beraksi di tempat-tempat padat pengunjung karena lebih leluasa mengambil barang milik korban tanpa diketahui. Mereka memanfaatkan situasi ketika orang sibuk menikmati acara,” ujar Andre saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Polisi menyebut para pelaku pencurian tidak memandang lokasi elite atau bukan dalam menjalankan aksinya. Selama tempat tersebut dipenuhi banyak orang dan memungkinkan korban lengah, maka lokasi itu berpotensi menjadi area operasi mereka.
Selain konser dan tempat hiburan, kawasan penyelenggaraan event besar seperti ICE BSD juga disebut menjadi salah satu titik yang rawan aksi pencurian ponsel. Dalam kondisi ramai dan penuh aktivitas, korban kerap tidak menyadari kapan barang berharganya berpindah tangan.
Dalam operasi pengungkapan ini, polisi menangkap tiga orang yang diduga berperan sebagai penadah. Ketiganya berinisial MR alias A, MAA alias A, dan J. Saat ini para tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugraha Kusuma mengungkapkan bahwa total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 225 unit handphone. Ponsel-ponsel tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari perangkat Android hingga iPhone seri terbaru seperti iPhone 17 Pro Max.
Secara keseluruhan, jumlah handphone yang berhasil kami sita sebagai barang bukti mencapai 225 unit,” ujar Nugraha.
Polisi kini masih terus melakukan pendataan terhadap seluruh perangkat yang disita guna mencocokkan dengan laporan kehilangan dari masyarakat. Sejumlah ponsel yang diamankan bahkan masih dalam kondisi aktif fitur lost mode, sehingga membantu penyidik melacak dan memastikan identitas pemilik aslinya.
Bagi masyarakat yang merasa kehilangan ponsel, khususnya di area konser atau tempat keramaian dalam beberapa waktu terakhir, polisi mengimbau agar segera melapor dan membawa bukti kepemilikan. Penyidik membuka kesempatan bagi korban untuk mengecek langsung apakah perangkat mereka termasuk dalam barang bukti yang diamankan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat berada di lokasi padat pengunjung. Polisi juga mengimbau pengunjung konser, pusat hiburan, maupun acara besar lainnya untuk menjaga barang pribadi dan tidak menyimpan ponsel di tempat yang mudah dijangkau pelaku kejahatan.
Berita Menarik Lainnya :
Modus Penadah HP Curian di Bekasi Terungkap, Ponsel Dibungkus Aluminium Foil