Rabu, 06 Mei 2026

Usai Nyatakan Akan Gencatan Senjata, Serangan Rusia di Ukraina Tewaskan 12 Korban Jiwa


 Serangan Rusia di Ukraina Berlanjut Meski Ada Pengumuman Gencatan Senjata

Jakarta – Situasi konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah serangan terbaru dilaporkan terjadi di wilayah selatan Ukraina. Meski sebelumnya Rusia menyatakan akan memberlakukan gencatan senjata sementara, kenyataannya operasi militer tetap berlangsung dan menimbulkan korban jiwa.

Serangan yang terjadi di kota Zaporizhzhia dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang. Wilayah tersebut memang menjadi salah satu titik rawan sejak konflik berlangsung, mengingat posisinya yang strategis dan kerap menjadi sasaran serangan.

Gubernur wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, mengonfirmasi jumlah korban tersebut melalui pernyataan resminya. Ia menyebut bahwa serangan yang terjadi pada hari Selasa telah menyebabkan kehilangan nyawa yang signifikan di wilayahnya. Pernyataan itu kemudian dikutip oleh kantor berita internasional AFP.

Di sisi lain, Rusia sebelumnya telah mengumumkan rencana gencatan senjata sepihak yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 8 hingga 9 Mei 2026. Pengumuman ini dikaitkan dengan peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II, sebuah momen penting dalam sejarah Rusia.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh pihak pemerintah Rusia, dengan merujuk pada instruksi dari Presiden Vladimir Putin selaku Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia. Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan harapan agar Ukraina turut mematuhi gencatan senjata tersebut.

Namun demikian, Rusia juga memberikan peringatan keras. Mereka menegaskan akan melancarkan serangan balasan berskala besar jika Ukraina dianggap melanggar kesepakatan tersebut. Bahkan, terdapat ancaman kemungkinan serangan rudal terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, apabila situasi memburuk.

Peringatan ini turut disertai imbauan kepada warga sipil di Kyiv untuk bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi, termasuk melakukan evakuasi jika diperlukan. Hal ini semakin memperlihatkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari kata stabil.

Sementara itu, inisiatif gencatan senjata ini diketahui berawal dari komunikasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah percakapan telepon pada pekan sebelumnya. Dalam pembicaraan tersebut, isu penghentian sementara konflik menjadi salah satu topik utama.

Pihak Ukraina sendiri merespons dengan hati-hati. Pemerintah Ukraina menyatakan bahwa mereka membutuhkan kejelasan lebih lanjut mengenai detail usulan tersebut, khususnya melalui koordinasi dengan pihak Washington. Hingga kini, belum ada kesepakatan bersama yang benar-benar mengikat kedua belah pihak.

Kondisi ini mencerminkan kompleksitas konflik yang masih berlangsung. Di satu sisi, terdapat upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan, namun di sisi lain, aksi militer terus terjadi dan menimbulkan korban.

Perkembangan terbaru ini pun menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak internasional, terutama terkait keselamatan warga sipil dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Berita Menarik Lainnya : 

  • Rusia Tetapkan Gencatan Senjata Selama Dua Hari di Ukraina
  • Tragis, 2 Remaja Tewas Saat Naik Motor Akibat Serangan Drone Ukraina di Rusia
  • Selasa, 05 Mei 2026

    Polisi Kejar Pengemudi Pajero Usai Tabrak Lansia di Jaktim

     

    Jakarta Timur kini menjadi sorotan. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil SUV Mitsubishi Pajero berwarna hitam, sementara pengemudinya hingga saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

    Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Raya Kalimalang, kawasan Duren Sawit. Korban berinisial KA (62) diketahui tengah menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang buah dengan mendorong gerobak saat kejadian berlangsung.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban saat itu sedang menyeberangi jalan dari sisi utara ke selatan. Di waktu bersamaan, sebuah kendaraan melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga pengemudi tidak sempat menghindar hingga akhirnya terjadi benturan.

    Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh ke badan jalan dan mengalami luka yang cukup parah. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan, sementara arus kendaraan sempat tersendat akibat insiden tersebut.

    Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta, menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi di sekitar Halte Agraria, Duren Sawit. Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang terlibat telah teridentifikasi sebagai Mitsubishi Pajero dengan nomor polisi tertentu, namun identitas pengemudi masih dalam penyelidikan.

    Sejumlah saksi menyebutkan bahwa kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak korban yang sedang menyeberang. Hal ini menjadi salah satu fokus penyelidikan pihak kepolisian.

    Yang menjadi perhatian, pengemudi kendaraan tidak menghentikan laju mobilnya setelah kejadian. Ia justru meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan kepada korban, sehingga kasus ini dikategorikan sebagai tabrak lari.

    Saat ini, polisi terus melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas pelaku. Upaya yang dilakukan meliputi pemeriksaan saksi-saksi serta penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

    Pihak kepolisian juga mengimbau kepada pengemudi yang terlibat agar segera menyerahkan diri. Tindakan kooperatif dinilai dapat menjadi pertimbangan dalam proses hukum selanjutnya.

    Di sisi lain, kondisi korban dilaporkan cukup serius. Ia mengalami sejumlah luka, termasuk luka robek di bagian kepala, patah pada ibu jari tangan kanan, serta memar dan lecet di area wajah.

    Korban kemudian dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tenaga medis.

    Peristiwa ini juga sempat viral di media sosial setelah video rekaman kejadian beredar luas. Dalam video tersebut, terlihat situasi di lokasi sebelum dan sesudah kecelakaan terjadi.

    Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara dan tanggung jawab di jalan raya. Tindakan meninggalkan korban setelah kecelakaan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat memperburuk kondisi korban.

    Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Kepolisian berkomitmen untuk mengungkap identitas pelaku dan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    Berita Menarik Lainnya : Pria di Tasik Lukai 9 Karyawan Konveksi dengan Air Keras, Polisi Bertindak

    Pria di Tasik Lukai 9 Karyawan Konveksi dengan Air Keras, Polisi Bertindak

     
    Korban penyiraman air keras di Tasikmalaya mendapat perawatan medis usai insiden yang melukai sembilan pekerja konveksi

    Tasikmalaya

    Kasus penyiraman cairan kimia berbahaya terjadi di sebuah rumah produksi konveksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (4/5/2026) malam. Peristiwa ini mengakibatkan sembilan pekerja mengalami luka bakar.

    Dari total korban, enam orang mengalami luka cukup serius hingga harus dirujuk ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. Sementara tiga korban lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Cibeureum.

    Kronologi Kejadian

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku yang diketahui merupakan seorang sopir ekspedisi datang ke lokasi dengan mengenakan helm dan jas hujan.

    Ia membawa botol plastik yang diduga berisi cairan berbahaya. Setibanya di lokasi, pelaku langsung berteriak-teriak sebelum akhirnya menyiramkan cairan tersebut ke arah para pekerja.

    Salah satu korban, Abdul Holik, mengatakan dirinya terkena siraman di bagian punggung dan wajah saat sedang bekerja.

    “Pelaku datang sambil berteriak, pakai helm dan jas hujan, lalu membawa botol putih,” ujarnya.

    Korban lainnya, Wina (21), yang sedang bekerja di depan komputer, juga tidak sempat menghindar dan mengalami luka di bagian wajah.

    Kondisi Lokasi dan Kepanikan Pekerja

    Situasi di dalam konveksi langsung berubah panik. Para pekerja berlarian sambil menjerit kesakitan akibat luka bakar yang dialami.

    Seorang pegawai lainnya, Angga, mengungkapkan bahwa dirinya melihat asap pekat di dalam ruangan yang diduga berasal dari cairan tersebut.

    Para korban kemudian berusaha mencari air untuk meredakan luka. Sebagian menuju dapur untuk menggunakan air keran, sementara lainnya sampai merendam luka di selokan karena keterbatasan air.

    Pelaku Diamankan Polisi

    Setelah cairan yang dibawanya habis, pelaku berhasil diamankan oleh para pekerja di lokasi. Polisi yang datang tak lama kemudian langsung mengamankan pelaku dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

    Pelaku diketahui merupakan seorang kurir ekspedisi yang kerap beraktivitas di lingkungan konveksi tersebut.

    Korban dan Penyelidikan

    Enam korban yang dirujuk ke rumah sakit terdiri dari satu perempuan dan lima laki-laki. Mereka mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh seperti wajah, leher, dan tangan.

    Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku melakukan aksi tersebut. Hingga kini, penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap latar belakang kejadian secara menyeluruh.

    Berita Menarik Lainnya :

    Polisi Kejar Pengemudi Pajero Usai Tabrak Lansia di Jaktim

    PSG Terancam Tersingkir? Bayern Punya Senjata Rahasia Ini

    PSG Terancam Tersingkir? Bayern Punya Senjata Rahasia Ini

    Pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain akan berlangsung pada Rabu (6/5) di Allianz Arena. Pada pertemuan pertama, PSG berhasil menang tipis dengan skor 5-4. Situasi ini membuat Bayern harus meraih kemenangan dengan selisih satu gol untuk memaksakan laga ke perpanjangan waktu, atau unggul dua gol agar bisa langsung melaju ke final.

    Di sisi lain, PSG berada dalam posisi yang lebih menguntungkan. Tim asal Prancis tersebut hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke final secara beruntun.

    Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthäus, yang pernah dua kali mencapai final bersama Bayern, menilai bahwa tim tuan rumah harus memaksimalkan keunggulan fisik mereka. Ia melihat tanda-tanda kelelahan dari PSG saat kedua tim bertemu di Parc des Princes, terutama menjelang akhir pertandingan.

    Menurut Matthäus, Bayern sebenarnya mampu mendominasi jalannya laga, khususnya dalam 20 hingga 25 menit terakhir. Ia menilai hasil pertandingan bisa saja berbeda jika peluang yang tercipta saat itu dimanfaatkan dengan lebih efektif.

    Ia juga menambahkan bahwa Bayern selalu menunjukkan kekuatan fisik yang konsisten di setiap pertandingan. Dalam pandangannya, Bayern memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan PSG, yang terlihat mulai kehabisan tenaga saat harus bertahan di bawah tekanan.

    "Bayern dan bukan karena saya penggemar mereka, hanya sekadar mengungkapkan apa yang saya lihat pada musim ini saja tampak lebih stabil. Itulah mengapa, saya percaya Bayern Munich akan memenangi pertandingan ini dan mencapai final di Budapest," mantan pemenang Ballon d'Or itu menambahkan.

    Selain faktor fisik, Bayern Munich juga dinilai memiliki kedalaman skuad yang lebih merata. Rotasi pemain yang dilakukan sepanjang musim membuat banyak pemain tetap berada dalam kondisi prima, bahkan ketika jadwal pertandingan sangat padat. Hal ini menjadi keuntungan besar dalam laga krusial seperti semifinal Liga Champions UEFA.

    Di lini depan, ketajaman Harry Kane menjadi salah satu senjata utama Bayern. Striker asal Inggris itu konsisten mencetak gol dan mampu menjadi pembeda di momen-momen penting. Dukungan dari lini kedua yang agresif juga membuat serangan Bayern lebih variatif dan sulit ditebak.

    Sementara itu, Paris Saint-Germain tetap berbahaya dengan kecepatan dan kreativitas para pemainnya. Sosok Ousmane Dembélé menjadi ancaman nyata lewat akselerasi dan kemampuan individunya. Namun, konsistensi permainan PSG kerap menjadi sorotan, terutama saat menghadapi tekanan tinggi dari tim sekelas Bayern.

    Faktor bermain di kandang sendiri juga diyakini akan memberikan dorongan ekstra bagi Bayern. Atmosfer di Allianz Arena dikenal sangat intimidatif bagi tim tamu, terlebih dalam pertandingan besar Eropa. Dukungan penuh dari suporter bisa menjadi energi tambahan yang membantu Bayern menjaga intensitas sepanjang laga.

    Dari sisi taktik, Bayern diperkirakan akan tampil lebih menekan sejak menit awal. Mereka tidak punya banyak pilihan selain tampil ofensif untuk mengejar defisit agregat. Pressing tinggi dan tempo cepat kemungkinan besar akan menjadi strategi utama untuk memaksa PSG melakukan kesalahan.

    Namun demikian, Bayern juga harus tetap waspada terhadap serangan balik PSG yang sangat cepat. Kesalahan kecil di lini belakang bisa berakibat fatal, mengingat PSG hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke final. Keseimbangan antara menyerang dan bertahan akan menjadi kunci bagi tuan rumah.

    Jika mampu memaksimalkan peluang serta menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, Bayern memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit hingga menit akhir, dengan kedua tim sama-sama memiliki kualitas untuk menentukan hasil laga.

    Laga ini pun bukan hanya soal taktik dan fisik, tetapi juga mental. Tim yang mampu menjaga fokus di bawah tekanan besar akan memiliki peluang lebih besar untuk melangkah ke partai puncak dan mengukir sejarah di panggung Eropa.

    Berita Menarik Lainnya :

    Malam yang sangat penting bagi Spurs - tetapi siapa yang difavoritkan untuk terdegradasi?

    Senin, 04 Mei 2026

    Malam yang sangat penting bagi Spurs - tetapi siapa yang difavoritkan untuk terdegradasi?

     


    Rasanya seperti hasil yang sangat besar bagi Tottenham pada Minggu malam.

    Kemenangan 2-1 mereka di Aston Villa membawa Spurs keluar dari zona degradasi Liga Premier - dan menandai dua kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sejak pekan kedua musim ini.

    Dengan tiga minggu tersisa di musim 2025-26, tampaknya pertarungan untuk menghindari degradasi akan berlangsung hingga akhir.

    Wolves dan Burnley telah dipastikan terdegradasi ke Championship untuk musim depan, tetapi satu tempat degradasi lagi masih harus ditentukan.

    Kekalahan West Ham 3-0 dari Brentford pada hari Sabtu membuka pintu bagi Tottenham untuk keluar dari tiga terbawah - dan tim asuhan Roberto de Zerbi memanfaatkannya sepenuhnya.

    Mantan bek Man City, Micah Richards, mengatakan kepada BBC Match of the Day: "Itu hasil yang sangat besar bagi Spurs. Saya tidak menyangka itu akan terjadi.

    "Villa bermain buruk, tetapi sejak awal Spurs benar-benar memanfaatkannya dengan keinginan dan intensitas mereka." Mereka luar biasa dalam cara mereka bermain, mereka benar-benar berani.

    "Setiap kali kami membuat prediksi, kami selalu salah - tetapi West Ham harus berjuang keras.

    "Spurs mungkin mendapatkan sedikit momentum dan mereka telah menetapkan standar mereka. De Zerbi pantas mendapatkan banyak pujian. Tidak ada pemainnya yang bersembunyi dan dia telah memberi mereka kepercayaan diri."

    Mantan striker Inggris Alan Shearer menambahkan: "Mereka memenangkan setiap tekel, setiap bola kedua, dan mereka mengurangi risiko dalam permainan mereka dengan tidak bermain dari belakang dalam situasi tertentu.

    "Anda membutuhkan setiap pemain untuk berjuang ketika dalam kesulitan besar dan Spurs memilikinya. Ini adalah akhir pekan yang buruk bagi West Ham."

    Nottingham Forest di posisi ke-16 telah memainkan satu pertandingan lebih sedikit daripada Spurs dan West Ham, dan bisa unggul enam poin dari zona degradasi dengan kemenangan melawan Chelsea pada hari Senin (15:00 BST).

    Leeds berada di peringkat ke-14 klasemen dengan 43 poin dan Crystal Palace berada tepat di bawah mereka berdasarkan selisih gol tetapi dengan satu pertandingan yang belum dimainkan, jadi sepertinya akan terjadi persaingan tiga arah antara Forest, West Ham, dan Spurs.

    Perjuangan menghindari degradasi di Premier League tampaknya akan berlangsung hingga menit-menit terakhir.

    Nottingham Forest: Peringkat 16, 39 poin

    Forest berada di tim yang sedang dalam performa bagus di antara mereka yang berjuang menghindari degradasi.

    Tim asuhan Vitor Pereira tidak terkalahkan dalam enam pertandingan liga terakhir mereka, memenangkan tiga di antaranya.

    Namun, tidak seperti West Ham dan Spurs, mereka memiliki kampanye Eropa yang berpotensi mengalihkan perhatian mereka.

    Forest sudah setengah jalan untuk mengamankan tempat di final Liga Europa setelah mengalahkan Villa 1-0 di leg pertama semifinal mereka pada hari Kamis.

    Bermain di final besar Eropa di Istanbul pada hari Rabu, 20 Mei, mungkin bukan persiapan ideal untuk pertandingan yang berpotensi harus dimenangkan pada hari terakhir musim Liga Premier empat hari kemudian.


    Tottenham Hotspur: Peringkat 17, 37 poin

    Tottenham telah mengalami penurunan performa sejak awal tahun, dengan catatan 15 pertandingan tanpa kemenangan yang membuat mereka berada dalam masalah.

    Kekalahan 3-0 dari rival degradasi Forest membuat Igor Tudor kehilangan pekerjaannya, tetapi kekalahan 1-0 dari Sunderland di pertandingan pertama De Zerbi sebagai pelatih membuat Spurs terperosok ke zona degradasi untuk pertama kalinya.

    Setelah gol peny equalizer Brighton di menit-menit terakhir membuat beberapa pemain Tottenham menangis, tim asuhan De Zerbi berhasil menang tipis atas klub terbawah Wolves untuk meraih kemenangan liga pertama di tahun 2026 dan memberi harapan kepada para penggemar mereka yang semakin apatis.

    Kemenangan hari Minggu di Villa akan memberi para penggemar Spurs kepercayaan diri bahwa mereka sedang dalam performa terbaik di waktu yang tepat.


    West Ham: Peringkat 18, 36 poin

    West Ham telah membangun momentum sejak jeda internasional, dengan kemenangan melawan Wolves dan Everton serta hasil imbang dengan Crystal Palace.

    Namun kekalahan 3-0 dari Brentford pada hari Sabtu merupakan pukulan serius bagi harapan mereka untuk bertahan di liga - meskipun mereka bisa berargumen bahwa mereka pantas mendapatkan sesuatu dari pertandingan yang menegangkan setelah empat kali mengenai tiang gawang.

    Melihat rekor tak terkalahkan mereka dalam tiga pertandingan berakhir sudah cukup buruk, tetapi akhir pekan West Ham semakin buruk ketika mereka kembali terperosok ke zona degradasi setelah kemenangan Tottenham di Villa.

    Dan Anda bertanya-tanya apa efek psikologis yang mungkin ditimbulkan bagi tim Nuno Espirito Santo - terutama mengingat pertandingan liga mereka berikutnya adalah melawan pemimpin klasemen Arsenal.

    Namun, The Hammers telah menunjukkan banyak perlawanan dalam beberapa pekan terakhir dan masih percaya bahwa mereka dapat kembali ke zona aman.


    Siapa yang memiliki jadwal pertandingan terberat?

    Ketiga kandidat degradasi akan memainkan dua pertandingan tersisa mereka di kandang - tetapi di atas kertas tampaknya Forest memiliki jadwal pertandingan terberat.

    Setelah menghadapi Chelsea (peringkat kesembilan) di Stamford Bridge pada hari Senin, tim asuhan Pereira menjamu Newcastle (peringkat ke-13) dan kemudian bertandang ke Manchester United (peringkat ketiga).

    Pada hari terakhir musim, Forest akan bermain melawan Bournemouth (peringkat keenam), tim yang berambisi lolos ke Eropa, di City Ground.

    West Ham harus bangkit dari kekalahan telak melawan Brentford sebelum menjamu pemimpin klasemen Arsenal di London Stadium.

    The Hammers kemudian akan bertandang untuk menghadapi Newcastle (peringkat ke-13) di St James' Park, sebelum mengakhiri musim di kandang melawan Leeds (peringkat ke-14).

    Tottenham akan bermain melawan Leeds di kandang, Chelsea di tandang, dan kemudian menjamu Everton (peringkat ke-11) pada hari terakhir.


    Berapa poin yang dibutuhkan untuk memastikan keselamatan?

    Dalam sembilan musim Liga Premier terakhir, 36 poin sudah cukup untuk memastikan bertahan.

    Di era 20 tim, dimulai dari musim 1995-96, rata-rata poin yang dibutuhkan untuk bertahan dengan finis di posisi ke-17 adalah 35,53.

    Namun, jumlah tersebut tidak akan cukup musim ini, mengingat West Ham sudah mengumpulkan 36 poin, Spurs 37, dan Forest 39.

    Dalam 30 musim Liga Premier dengan 38 pertandingan, 36 poin telah memastikan keselamatan sebanyak 60% dari waktu.

    Tingkat keselamatan tersebut meningkat menjadi 80% untuk 38 poin, 90% untuk 40 poin, dan 100% untuk 43 poin atau lebih.

    West Ham memegang rekor tim yang terdegradasi dengan poin terbanyak di era 20 tim - pada musim 2002-03, The Hammers mengumpulkan 42 poin tetapi tetap terdegradasi.

    Menurut pakar data Opta, West Ham kini menjadi favorit kuat (75,1%) untuk terdegradasi musim ini, dengan Tottenham di angka 22,5% dan Forest hanya 2,3%.

    Berita Menarik Lainnya :

    Geger! Ferguson Mendadak Dilarikan ke RS Jelang MU vs Liverpool

    Geger! Ferguson Mendadak Dilarikan ke RS Jelang MU vs Liverpool

     
    Ferguson berada dalam pemantauan tim medis sebelum laga besar di Old Trafford.

    Sir Alex Ferguson dilarikan ke rumah sakit setelah jatuh sakit di Old Trafford sesaat sebelum pertandingan Liga Premier Manchester United melawan Liverpool pada hari Minggu.

    Sumber-sumber menekankan bahwa itu adalah langkah pencegahan untuk mantan manajer Manchester United yang berusia 84 tahun itu, dan bukan situasi darurat.

    Ferguson, yang melatih United selama 27 tahun dalam masa kepemimpinan yang gemilang, menyaksikan pertandingan klub dari tribun direktur.

    Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisinya setelah dirawat di rumah sakit.

    Ferguson mengalami pendarahan otak pada tahun 2018 yang membuatnya sakit parah. Ia berbicara tentang pemulihannya secara detail tiga tahun kemudian.

    Ia difoto bersama para tamu di stadion pada hari Minggu beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

    Dr. Aseem Malhotra, seorang konsultan kardiolog, memposting foto di X, yang menunjukkan Ferguson dan dirinya bersama, dari luar, dan menulis: "Suatu hak istimewa, kehormatan, dan mimpi yang menjadi kenyataan untuk diundang menghabiskan waktu berkualitas bersama Sir Alex Ferguson menjelang pertandingan melawan Liverpool hari ini di Old Trafford."

    Ferguson dibawa dengan ambulans dari area terowongan Old Trafford ke rumah sakit.

    Para pejabat klub optimis Ferguson akan segera cukup sehat untuk kembali ke rumah.

    Berbicara setelah kemenangan United 3-2 atas rival Anfield mereka, pelatih kepala Michael Carrick mengatakan ia mendoakan "yang terbaik" untuk mantan manajernya.

    Carrick, yang memenangkan lima gelar Liga Premier dan Liga Champions, di antara banyak trofi lainnya di bawah Ferguson setelah pelatih asal Skotlandia itu merekrutnya dari Tottenham pada tahun 2006, menambahkan: "Semoga ketika dia mendengar tentang hasil ini, itu akan memberinya semangat yang baik."

    Berita Menarik Lainnya :

    Arsenal 3-0 Fulham: Saka & Gyökeres Bersinar, Gunners Kokoh di Puncak


    Antonelli menang di Miami untuk memperpanjang keunggulan gelar juara.

     

    Kimi Antonelli adalah pembalap pertama yang memenangkan tiga grand prix pertamanya secara beruntun, semuanya dari posisi pole.

    Kimi Antonelli dari Mercedes berhasil menahan Lando Norris dari McLaren dalam pertarungan sengit sepanjang balapan untuk memenangkan Grand Prix Miami dan memimpin klasemen kejuaraan dengan selisih poin yang signifikan.

    Kemenangan ketiga berturut-turut pembalap Italia berusia 19 tahun itu membuatnya unggul 20 poin - tidak jauh dari kemenangan mutlak - di atas rekan setimnya, George Russell, yang finis keempat pada hari Minggu, di belakang Oscar Piastri dari McLaren.

    Antonelli menang dalam balapan yang menegangkan, awalnya terlibat pertarungan tiga mobil yang juga melibatkan Charles Leclerc dari Ferrari, sebelum balapan menyempit menjadi perebutan antara Mercedes dan Norris.

    Hujan yang telah lama diancamkan, yang menyebabkan start balapan dimajukan tiga jam, tidak pernah terjadi, kecuali beberapa titik di tengah balapan, dan grand prix berlangsung dalam kondisi kering.

    "Ini baru permulaan. Jalan masih panjang. Kami bekerja sangat keras dan tim melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Antonelli.

    Berita utama di Miami adalah:

    • Kemenangan lain untuk Antonelli, yang telah memenangkan tiga dari empat balapan pertama untuk mengungguli favorit pra-musim Russell dan menjadi pembalap pertama yang menang dari tiga pole pertamanya

    • Kebangkitan McLaren setelah peningkatan akhir pekan ini dan penampilan kuat dari Norris

    • Balapan penuh aksi untuk Max Verstappen, termasuk kesalahan langka, perjuangan untuk bangkit, dan beberapa balapan yang menegangkan

    • Banyak contoh "balapan naik turun" yang telah menjadi ciri khas musim baru ini dan telah memecah pendapat
    Antonelli mengatasi awal yang buruk lainnya.

    Antonelli meraih kemenangan ini meskipun kembali memulai balapan dengan buruk - ia kini telah kehilangan posisi di garis start dalam keempat grand prix dan kedua balapan sprint musim ini.

    Mobil Mercedes-nya dikepung oleh Ferrari Leclerc yang memulai balapan dengan cepat dari posisi keempat di satu sisi dan Verstappen di sisi lain saat menuju tikungan pertama.

    Verstappen mencoba menyalip dari sisi dalam, tetapi terlalu dalam dan saat ia berjuang untuk mempertahankan keunggulan, Leclerc menekannya di Tikungan Kedua, dan juara dunia empat kali itu kehilangan kendali di pinggir lintasan, berputar 360 derajat penuh dengan seluruh pembalap di belakangnya.

    Ia dengan cepat mendapatkan kembali kendali tetapi telah turun ke posisi ke-10 dan kini keluar dari persaingan untuk meraih kemenangan, sebuah pukulan telak di akhir pekan di mana Red Bull tampaknya kembali kompetitif.

    Hal itu membuat Leclerc memimpin di depan Antonelli dan Norris, dan pertarungan naik turun pun dimulai, yang disebabkan oleh perbedaan tingkat pengisian daya baterai.

    Antonelli memimpin di lap keempat, namun Leclerc menyalipnya kembali satu lap kemudian, sebelum mobil keselamatan dikerahkan setelah dua kecelakaan terpisah di lap keenam.

    Isack Hadjar menabrakkan mobil Red Bull-nya sendiri di tikungan terakhir dan Alpine milik Pierre Gasly terbalik akibat ditabrak oleh Racing Bull milik Liam Lawson di tikungan terakhir.

    Isack Hadjar menunjukkan rasa frustrasinya setelah mengalami kecelakaan dan tersingkir dari Grand Prix Miami.

    Pertarungan di depan berlanjut setelah restart, ketika Norris merebut posisi kedua dari Antonelli dan kemudian dengan cepat melewati Ferrari untuk memimpin.

    Antonelli melewati Leclerc satu lap kemudian dan Mercedes serta McLaren mulai terlibat dalam pertarungan mereka sendiri.

    Norris memimpin dengan percaya diri, kedua pembalap menunggu hujan yang diprediksi akan turun sesaat sebelum pertengahan balapan, tetapi ketika tampaknya hujan tidak akan turun, Mercedes langsung menyerang.

    Antonelli masuk pit untuk mengganti ban baru pada lap ke-24, tetapi Norris menunggu tiga lap lagi, karena McLaren masih waspada terhadap cuaca.

    Itu adalah titik penentu balapan. Antonelli mendapatkan cukup waktu dengan ban barunya untuk berada di depan ketika Norris keluar dari pit.

    Meskipun McLaren berada dalam jarak satu detik dari Mercedes selama beberapa lap, dan Antonelli berjuang dengan beberapa masalah perpindahan gigi dan ban belakang yang terlalu panas, pembalap Mercedes itu menahan Norris dan unggul beberapa detik di lap-lap terakhir.

    "Kami terkena undercut, tidak ada alasan," kata Norris. "Seharusnya kami bertinju lebih dulu. Sebagai tim, kami harus senang, saya sangat kecewa karena gagal meraih kemenangan. Itu mungkin terjadi hari ini. Kami tidak memiliki kecepatan untuk melewatinya di akhir pertandingan." 

    Akhir pekan yang bagus untuk McLaren

    Max Verstappen kehilangan kendali atas mobil Red Bull-nya saat Charles Leclerc memimpin di dua tikungan pertama.

    Norris menyesali keputusan pit stop tersebut. "Bagaimana mungkin kita tidak memenangkan ini?" katanya melalui radio. "Kita bisa mempermudah diri kita sendiri."

    Namun, ini adalah penampilan yang kuat dari McLaren, yang memperkenalkan paket peningkatan besar akhir pekan ini, yang membawa mereka langsung ke dalam pertarungan dengan Mercedes.

    Leclerc masuk pit pada lap ke-21 untuk pit stop-nya, dan mengeluh melalui radio bahwa ia tidak dimintai pendapat.

    Keputusan itu memang membuatnya turun posisi dan memaksanya untuk menyalip mobil-mobil yang lebih lambat. Ia kembali ke posisi ketiga, tetapi kemudian kehilangan posisi itu lagi kepada rekan setim Norris, Piastri, pada lap sebelum terakhir karena ia mulai kesulitan mendapatkan cengkeraman ban.

    Leclerc kemudian berputar sendiri pada lap terakhir, tak lama setelah Piastri menyalipnya, dan kehilangan dua posisi lagi di tikungan terakhir, saat Russell dan kemudian Verstappen melewatinya.

    Verstappen masuk pit di bawah safety car untuk mengganti ban barunya, berharap perjudian itu akan membuahkan hasil. Insiden itu membuatnya terlempar ke belakang, tetapi dengan beberapa manuver menyalip yang agresif dan pembalap lain yang masuk pit di depannya, ia berhasil memimpin di pertengahan balapan.

    Namun, ia tidak akan mampu mempertahankan posisinya dengan ban yang sudah aus, dan ia pun turun posisi. Meskipun demikian, posisi kelima adalah hasil yang cukup baik setelah kesalahan awalnya, yang diikuti oleh beberapa aksi balap yang sangat agresif yang memicu keluhan dari beberapa rivalnya.

    Leclerc turun ke posisi keenam, di depan rekan setimnya Lewis Hamilton, yang mobilnya rusak akibat tabrakan di lap pertama dengan Franco Colapinto dari Alpine.

    Pembalap Argentina itu finis di posisi kedelapan, di depan mobil Williams milik Carlos Sainz dan Alex Albon.

    Verstappen menghadapi investigasi dari para steward karena melanggar garis putih saat keluar pit, sementara Russell sedang diselidiki atas insiden terpisah dengan Leclerc dan Verstappen.

    Top 10

    1. Kimi Antonelli (Mercedes)

    2. Lando Norris (McLaren)

    3. Oscar Piastri (McLaren)

    4. George Russell (Mercedes)

    5. Max Verstappen (Red Bull)

    6. Charles Leclerc (Ferrari)

    7. Lewis Hamilton (Ferrari)

    8. Franco Colapinto (Alpine)

    9. Carlos Sainz (Williams)

    10. Alex Albon (Williams)

    Berita Menarik Lainnya :

    Berjuang untuk bertahan hidup! McLaren kini menjual stik golf.

    Ibrahimovic Sindir Ronaldo, Sebut Ego Sang Kapten Jadi Beban bagi Portugal

    Pernyataan pedas mantan striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic , kembali menjadi sorotan publik sepak bola dunia. Kali ini, kritik tajamnya diar...