Kecerdasan buatan (AI) semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari selama dekade terakhir.
AI digunakan untuk mempersonalisasi unggahan media sosial, mengenali teman dan keluarga dalam foto ponsel pintar, dan membuka jalan bagi terobosan medis.
Namun, munculnya chatbot seperti ChatGPT dari OpenAI dan Meta AI telah disertai dengan kekhawatiran tentang dampak lingkungan, implikasi etis, dan penggunaan data dari teknologi ini.
Apa itu AI dan untuk apa AI digunakan?
AI memungkinkan komputer untuk memproses sejumlah besar data, mengidentifikasi pola, dan mengikuti instruksi terperinci tentang apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut.
Komputer tidak dapat berpikir, berempati, atau bernalar.
Namun, para ilmuwan telah mengembangkan sistem yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, mencoba meniru bagaimana manusia memperoleh dan menggunakan pengetahuan.
Ini bisa berupa upaya untuk mengantisipasi produk apa yang mungkin dibeli oleh pembeli online, berdasarkan pembelian sebelumnya, untuk merekomendasikan barang.
Teknologi ini juga berada di balik asisten virtual yang dikendalikan suara seperti Siri milik Apple dan Alexa milik Amazon, dan digunakan untuk mengembangkan sistem untuk mobil otonom.
AI juga membantu platform media sosial seperti Facebook, TikTok, dan X untuk menentukan postingan apa yang akan ditampilkan kepada pengguna. Layanan streaming Spotify dan Deezer menggunakan AI untuk menyarankan musik.
Ada juga sejumlah aplikasi di bidang kedokteran, karena para ilmuwan menggunakan AI untuk membantu mendeteksi kanker, meninjau hasil sinar-X, mempercepat diagnosis, dan mengidentifikasi perawatan baru.
Apa itu AI generatif, dan bagaimana cara kerja aplikasi seperti ChatGPT dan Meta AI?
AI generatif digunakan untuk membuat konten baru yang tampak seperti dibuat oleh manusia.
Ia melakukannya dengan belajar dari sejumlah besar data yang sudah ada seperti teks dan gambar online.
ChatGPT dan chatbot DeepSeek dari Tiongkok adalah alat AI generatif populer yang dapat digunakan untuk menghasilkan teks, gambar, kode, dan materi lainnya.
Gemini atau Meta AI dari Google juga dapat melakukan percakapan teks dengan pengguna.
Aplikasi seperti Midjourney atau Veo 3 dikhususkan untuk membuat gambar atau video dari perintah teks sederhana.
| Chatbot AI generatif Grok milik Elon Musk juga dapat menghasilkan gambar untuk pengguna yang membayar untuk X (sebelumnya Twitter). |
AI generatif juga dapat digunakan untuk membuat musik berkualitas tinggi.
Lagu-lagu yang meniru gaya atau suara musisi terkenal telah menjadi viral, terkadang membuat penggemar bingung tentang keasliannya.
Mengapa AI kontroversial?